LAPORAN
KERJA PRAKTEK
TATA CARA PEMELIHARAAN RUTIN MESIN PEMBANGKIT
LISTRIK DI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL (PLTD) SUNGAI RAYA
Oleh:
KARNADI
NIM. D01110053
Pembimbing
Kerja Praktek:
MANAGAM RAJAGUKGUK, ST, MT
NIP. 1972116 200003 1 001
PROGRAM
STUDI TEKNIK ELEKTRO
JURUSAN
TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS
TEKNIK
UNIVERSITAS
TANJUNGPURA
2014
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kekuatan serta melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Penulis
dapat menyelesaikan penulisan laporan Kerja Praktek yang berjudul “Tata
Cara Pemeliharaan Rutin Mesin Pembangkit Listrik di Pembangkit Listrik Tenaga
Diesel (PLTD) Sungai Raya”.
Penulisan laporan ini merupakan bentuk akhir dari pelaksanaan Kerja Praktek
yang telah dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan.
Selama
penyusunan laporan ini, penulis banyak sekali memperoleh bantuan, bimbingan,
masukan serta petunjuk dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan
ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang tulus dan sebesar-besarnya
kepada :
1. Bapak Managam
Rajagukguk, S.T, M.T selaku Ketua Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik
Universitas Tanjungpura dan
sekaligus Dosen Pembimbing Kerja Praktek yang telah memberikan banyak
bimbingan dan pengarahan selama Kerja Praktek sehingga laporan ini dapat
terselesaikan.
2. Bapak Harudin,S.T selaku Manager PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas
Unit PLTD Sungai Raya.
3. Bapak Muhamadam Fajar,S.T selaku kepala bagian Divisi Pemeliharaan dan sekaligus Pembimbing
Lapangan di PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas Unit
PLTD Sungai Raya.
4. Kedua Orang Tua dan keluarga yang selalu memberikan dukungan dan motivasi selama
kerja praktek di PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas Unit PLTD Sungai
Raya.
5. Karyawan
dan staff yang telah membantu selama pelaksanaan kerja praktek di PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas unit
PLTD Sungai Raya.
6. Pasukan api biru yang selalu membara dan terbang
tinggi.
7. Real
Madrid, atas La Decima yang engkau
berikan.
Penulis
menyadari
bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna dan tentunya masih
diperlukan perbaikan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun
sangat diharapkan demi kesempurnaan laporan. Semoga laporan ini dapat
bermanfaat bagi pembaca yang ingin mengetahui Pemeliharaan Pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas unit PLTD Sungai Raya.
Pontianak, Desember 2014
Penulis,
Karnadi
D01110053
ABSTRAK
Tenaga Listrik merupakan
salah satu kebutuhan yang paling pokok dalam menunjang kehidupan manusia. PT
PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas dibawah naungan PT PLN (persero)
wilayah Kalimantan Barat sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang
kelistrikan yang melayani masyarakat
area Pontianak, Kubu Raya, Singkawang dan sekitarnya. PT PLN (Persero)
Sektor pembangkitan Kapuas terletak di jalan Adi Sucipto KM 7,3 Sei Raya
Pontianak. PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas dalam
melakukan proses produksi listrik tidak terlepas dari masalah, missalnya
kerusakan pada mesin pembangkit, yang mengakibatkan mesin down time sehingga
suplai listrik berkurang dan terjadinya pemadaman listrik.
Pelakasanaan
pemeliharaan mesin pembangkit menetapkan rencana kerja dalam Sistem Manajemen
Integrasi Rencana Operasi Pemeliharaan Pembangkit. Adapun sistem atau manajemen
pemeliharan mesin pembangkit dan peralatan penunjang yang ada di PLTD Sei Raya
yaitu pemeliharaan berencana dan pemeliharaan yang tidak terduga.
PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas sedang
mengembangkan metoda pemeliharaan Condition base maintenance / predictive maintenance dengan
memanfaatkan berbagai peralatan test, peralatan monitoring yang telah dimiliki
maupun yang perlu dilengkapi dan mengikuti berbagai metoda analisis yang dapat
diterapkan. Hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan
dan keandalan operasi unit pembangkit dengan biaya pemeliharaan yang optimal.
Dengan memanfaatkan peralatan test, peralatan monitoring (mis vibration
monitoring, main bearing protection monitor, thermal / pressure monitor dll)
yang ada atau yang terpasang di satuan pembangkitan diesel (spd), diharapkan
petugas PT PLN
(Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas dapat melakukan diagnosa
awal.
Kata kunci : PLTD, pemeliharaan rutin, pembangkit diesel
DAFTAR
ISI
Halaman Judul.......................................................................................... i
Lembar Pengesahan.................................................................................. ii
Surat Keterangan
Selesai KP................................................................... iii
Kata Pengantar......................................................................................... iv
Abstraksi.................................................................................................. vi
Daftar Isi................................................................................................. vii
Daftar Tabel............................................................................................. ix
Daftar Gambar.......................................................................................... x
BAB I PENDAHULUAN....................................................................... 1
...... 1.1
Latar Belakang Masalah.............................................................. 1
1.2 Perumusan Masalah..................................................................... 2
1.3 Pembatasan Masalah.................................................................... 3
1.4 Tujuan Kerja Praktek................................................................... 3
1.5 Metode Pengumpulan Data......................................................... 4
BAB II PELAKSANAAN
KERJA PRAKTEK.................................... 5
2.1 kondisi tempat kerja praktek....................................................... 5
2.2 ruang lingkup kerja praktek......................................................... 6
2.3 jadwal kerja praktek.................................................................... 6
BAB III UNSUR
PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT.................. 20
3.1 tempat kerja praktek .................................................................. 20
3.1.1 unsur pendukung..................................................................... 24
3.1.2 unsur penghambat.................................................................... 26
3.2 kemampuan mahasiswa.............................................................. 27
3.2.1 unsur pendukung.......................................................................
3.2.2 unsur penghambat......................................................................
BAB IV PEMBAHASAN
HASIL KERJA PRAKTEK....................... 30
4.1 Gambaran Umum Kondisi Pembangkit Di PLTD
Sungai Raya 30
4.2 Pemeliharaan Rutin Mesin Pembangkit Listrik.......................... 31
4.2.1 Pemeliharaan Harian
(P0) ................................................. 31
4.2.2 Pemeliharaan
Mingguan (P1) ........................................... 33
4.2.3 Pemeliharaan
Setengah Bulanan (P2) .............................. 34
4.2.4 Pemeliharaan Bulanan
(P3) .............................................. 35
4.2.5 Pemeliharaan Triwulan (P4) ...............................................
4.2.6 Pemeliharaan Semesteran (P5)............................................
4.3 Permasalahan yang ditemui Saat Kerja Praktek......................... 40
BAB V PENUTUP................................................................................. 42
5.1 Kesimpulan................................................................................. 42
5.2 Saran........................................................................................... 43
DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 44
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1
Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin P0......................................
Gambar 4.2
Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin P1......................................
Gambar 4.3
Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin P2 .....................................
Gambar 4.4 Pelaksanaan
Pemeliharaan Rutin P3......................................
Gambar 4.5
Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin P4......................................
Gambar 4.6
Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin P5......................................
BAB
I
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang Masalah
Saat ini, energi listrik sudah
menjadi kebutuhan pokok yang harus terpenuhi di dalam masyarakat. Untuk itu,
Suplai energi listrik kemasyarakat harus dapat dijaga kualitas dan
kontinuitasnya. Di Negara Indonesia sendiri, PT.PLN (Persero) yang merupakan
badan usaha milik negara (BUMN) ditunjuk sebagai penyedia dan pendistribusi
tunggal energi listrik ke seluruh wilayah Indonesia. Sebagai penyedia listrik
untuk kebutuhan nasional, PT.PLN memanfaatkan berbagai macam sumber-sumber
energi untuk kemudian diubah menjadi sumber energi listrik seperti :
a) Pemanfaatan energi kinetik air pada pembangkit
listrik tenaga air (PLTA),
b) Pemanfaatan energi kinetik angin pada pembangkit
listrik tenaga angin (PLTAngin),
c) Pemanfaatan energi batu bara dan panas bumi pada
pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), dsb.
Pada prinsipnya, karakteristik pembangkit energi
listrik memiliki suatu persamaan yaitu bertujuan untuk mengubah suatu bentuk
energi menjadi bentuk energi listrik. Pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD)
merupakan salah satu jenis pembangkit listrik konvensional yang telah sejak
lama dikenal oleh bangsa Indonesia. PLTD membangkitkan listrik dengan cara
mengubah energi kimia pada bahan bakar menjadi energi kinetik yang berasal dari
proses pembakaran di ruang bakar.
Seperti
pembangkit listrik lainnya, PLTD juga memiliki keunggulan dan kekurangan yang
akan menjadi dasar bagi PT.PLN untuk membangun pembangkit listrik di suatu
daerah. Bebarapa keunggulan dasar dari
PLTD adalah :
a) Biaya investasi awal yang lebih ekonomis daripada
jenis pembangkit yang lain,
b) Tidak membutuhkan lahan yang luas serta dapat
ditempatkan di dekat pusat beban,dan
c) Cara pengoperasiannya yang mudah dan hanya
memerlukan sedikit operator.
Sedangkan beberapa kekurangan dasar yang ada pada
PLTD adalah :
a) Menggunakan bahan bakar berupa gasoline (solar)
yang merupakan energi tak terbarukan yang cadangannya mulai menipis,
b) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan yang cukup
tinggi,dan
c) Kapasitas pembangkitannya yang relatif lebih kecil
jika dibandingkan dengan PLTU dan PLTA.
Pada kesempatan ini, penulis mengambil tema kerja
praktek tentang hal yang berkaitan tentang “Tata Cara Pemeliharaan Rutin Mesin
Pembangkit Listrik Di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sungai Raya”. Hal
ini berkaitan dengan bagaimana PT.PLN melakukan pemeliharaan terhadap mesin
pembangkit listrik miliknya agar dapat bekerja secara optimal dan menghasilkan
output yang sesuai dengan yang diharapkan.
1. 2 Perumusan Masalah
Dalam pengoperasiannya, diharapkan bahwa mesin
pembangkit listrik di PLTD Sungai Raya dapat menjaga kualitas dan kontinuitas
pelayanan listriknya ke konsumen. Maka, pelaksanaan pemeliharaan yang sesuai
dengan SOP sangat dibutuhkan. Untuk itu rumusan masalah yang akan dibahas
adalah sebagai berikut:
a) Apa saja item-item yang masuk pada pemeliharaan rutin mesin pembangkit listrik
di PLTD Sei. Raya ?
b) Bagaimana penerapan SOP pemeliharaan tersebut di
lapangan ?
c) Apa output yang diharapkan dari dilaksanakannya pemeliharaan
rutin tersebut ?
1. 3 Pembatasan Masalah
Batasan
masalah dalam penyusunan dan pembahasan laporan kerja praktek ini adalah:
a) Objek yang dibahas adalah mesin pembangkit listrik yang terdapat di PLTD Sungai Raya.
b) Mesin pembangkit
listrik tesebut adalah milik PT.PLN (Persero)
c) Data yang digunakan berasal dari buku panduan
standar operasional prosedur (SOP) pemeliharaan mesin pembangkit listrik milik PT.PLN (Persero)
1. 4 Tujuan Kerja Praktek
Kerja praktek
adalah suatu rangkaian sarana untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa mengenai
tata cara pelaksanaan suatu kerja di lapangan
secara implementatif, dengan dilaksanakannya kerja praktek ini paling
tidak terdapat beberapa hal yang menjadi masukan diantaranya adalah :
1. Mahasiswa dapat memperdalam pemahaman teoritis
yang telah diperoleh selama perkuliahan dengan korelasinya dalam pelaksanaan
kerja praktek
2. Mahasiswa mendapatkan pengalaman teknis di lapangan
sehingga diharapkan mahasiswa dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang terarah
dan tepat ketika terjun ke masyarakat dalam menghadapi permasalahan yang
sebenarnya.
3. Mahasiswa dapat mengembangkan kreatifitas dan daya
pikir di lapangan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang didapat diperkuliahan.
4. Mahasiswa dapat melihat dan membandingkan antara teori yang diperoleh pada kegiatan perkuliahan dengan kebutuhan praktis di lapangan.
5. Terpenuhinya persyaratan akademis dalam
menyelesaikan program studi di Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura.
1. 5 Metode Pengumpulan Data
Sumber
data yang di peroleh untuk menyusun laporan kerja praktek ini antara lain :
1. Hasil pengamatan yang dilakukan selama melaksanakan kerja praktek.
2. Informasi atau keterangan dan penjelasan dari pembimbing lapangan atau staf
ahli di lapangan secara langsung.
3. Buku-buku referensi yang terdapat di PLTD Sungai Raya.
Dengan beberapa data di atas kemudian dianalisis dan
dituangkan dalam sebuah bentuk laporan sehingga diharapkan isi laporan ini
tidak menyimpang dari yang diinginkan dan dapat terselesaikan pada waktu yang
di tentukan.
1. 6 Sistematika Penulisan Laporan Kerja Praktek
Penulisan Laporan
Kerja Praktek terdiri atas 5 (lima) bab dengan perincian sebagai berikut :
Bab I : PENDAHULUAN
Bab ini akan membahas latar belakang pelaksanaan Laporan Kerja Praktek, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan Kerja Praktek, metode
pengumpulan data dan sistematika penulisan laporan kerja praktek.
Bab II : PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK
Bab ini membahas tentang
kondisi tempat Kerja Praktek, ruang lingkup Kerja Praktek, dan jadwal
pelaksanaan Kerja Praktek.
Bab III : UNSUR PENDUKUNG DAN UNSUR PENGHAMBAT
Bab ini berisi informasi mengenai kondisi tempat
kerja praktek, yaitu adanya unsur pendukung dan unsur penghambat.
Bab IV : PEMBAHASAN
Pada bab ini berisi pembahasan tentang “Tata Cara
Pemeliharaan Rutin Mesin Pembangkit Listrik Di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
(PLTD) Sungai Raya”.
Bab V : PENUTUP
Pada bab ini berisi Kesimpulan dan Saran
dalam kerja praktek.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB II
PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK
2. 1 Kondisi Tempat Kerja Praktek
PLTD Sungai
Raya sebagai tempat pelaksanaan kerja
praktek sangat mendukung berlangsungnya
kegiatan dan aktivitas kerja praktek mahasiswa. Di tempat ini tersedia staff
pembimbing lapangan dan tenaga ahli serta peralatan yang memadai yang sangat
membantu mahasiswa dalam melaksanakan program kerja praktek di tempat tersebut.
2. 2 Ruang Lingkup Kerja Praktek
Kerja praktek
sebagai wahana pengenalan mahasiswa pada permasalahan pekerjaan di lapangan
yang sebenarnya, di dalamnya mengandung beberapa ruang lingkup yang bisa
dipilih sesuai dengan pilihan sendiri dari pilihan yang ada.
Sebagaimana yang disarankan oleh pihak Program Studi Teknik Elektro, ruang lingkup kerja
praktek adalah :
1. Aktivitas dalam bidang organisasi atau
manajemen, yakni mempelajari dan mengenal komponen peralatan yang berkaitan
dengan konsentrasi mahasiswa tersebut melalui kerja praktek di lapangan.
2. Aktivitas dalam bidang teknis pelaksanaan
di lapangan, yakni melihat secara langsung serta mempraktekkan peralatan yang
sudah disediakan dan mencoba menganalisis sendiri pekerjaan pelaksanaan di
lapangan.
2. 3 Jadwal Kerja Praktek
Kegiatan Kerja Praktek dilaksanakan selama dua bulan. Terhitung dari
tanggal 9 September – 9 November 2014. Pelaksanaan kegiatan Kerja
Praktek dilaksanakan di PLTD Sungai
Raya.Jadwal kegiatan Kerja Praktek
yang dilaksanakan ini disesuaikan mengikuti jam kerja pegawai atau staff dari PLTD Sungai Raya. Adapun jadwal pelaksanaan kerja praktek dapat dilihat pada tabel di bawah
ini:
Tabel 1.
Jadwal kerja praktek
|
No
|
Item Kegiatan
|
September
|
Oktober
|
November
|
|||||||||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
||
|
1
|
Permohonan pengajuan kerja
praktek ke prodi teknik elektro
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Permohonan kerja praktek ke
perusahaan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Pelaksanaan kerja praktek
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Konsultasi kerja praktek pada
dosen pembimbing kerja praktek
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Membuat laporan hasil kerja
praktek
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
BAB III
UNSUR
PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT
3.1 Tempat Kerja Praktek
3.1.1 Unsur Pendukung
Unsur-unsur
pendukung selama kegiatan Kerja Praktek di PT.PLN (Persero) unit PLTD Sungai Raya
antara lain :
1.
Adanya
komunikasi yang baik antara peserta Kerja Praktek dengan pembimbing lapangan
maupun stafnya, sehingga memudahkan
dalam pelaksanaan Kerja Praktek.
2.
Tersedianya
sarana dan prasarana peralatan sehingga mempermudah mahasiswa untuk
mempelajari, mengamati dan mengaplikasikan teori-teori yang
diperoleh di bangku kuliah.
3.
Adanya
pengarahan oleh pembimbing lapangan sebelum melakukan Kerja Praktek sehingga
peserta Kerja Praktek dapat melakukan pengamatan dan pekerjaan secara terarah.
4. Adanya literatur serta buku-buku referensi yang
sangat bermanfaat selama pelaksanaan Kerja Praktek.
3.1.2 Unsur Penghambat
Unsur-unsur
penghambat selama kegiatan Kerja Praktek di PT.PLN (Persero) PLTD Sungai Raya antara lain:
1.
Waktu yang diberikan oleh
fakultas untuk melaksanakan Kerja Praktek dirasakan terlalu singkat sehingga penulis kurang mengenal
dan memahami perangkat alat dan kegunaan alat secara jelas dan detail.
2.
Waktu perkuliahan penulis dan Kerja Praktek
bersamaan jadi membuat si penulis
selalu membagi waktu untuk Kerja Praktek atau kuliah.
3. 2 Kemampuan Mahasiswa
3. 2. 1 Unsur Pendukung
3. 2. 1 Unsur Pendukung
Unsur-unsur
yang mendukung kemampuan mahasiswa antara lain :
1.
Dengan diberikannya pengarahan
oleh pembimbing lapangan maka peserta kerja raktek dapat menyesuaikan diri di lingkungan
tempat peserta melaksanakan kerja praktek.
2.
Pihak PLTD Sungai Raya tidak
membatasi dalam memberikan ilmunya, sehingga peserta dapat secara mudah
menerima ilmu baru yang tidak didapat di bangku kuliah.
3.
Keinginan dari diri peserta
sendiri untuk melihat secara langsung di dunia kerja teori-teori yang sudah
didapat diperkuliahan.
3. 2. 2 Unsur Penghambat
Unsur-unsur
yang menghambat kemampuan mahasiswa antara lain :
1.
Masih ada jam kuliah, sehingga
mengganggu jam Kerja Paraktek.
2.
Masih
ada beberapa hal khususnya spesifikasi peralatan yang tidak dijelaskan secara
detail diperkuliahan.
3.
Istilah-istilah
baru yang dijumpai selama kerja praktek.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Kondisi Pembangkit di PLTD Sungai Raya
PLTD sungai raya merupakan unit
pembangkitan listrik yang secara administrasi berada di bawah naungan PT.PLN Wilayah
Kalbar Sektor Pembangkitan Kapuas. PLTD Sungai Raya didirikan pada tahun 1987
sesuai dengan SK Direksi PLN pusat No. 143/DIR/1987.
PLTD Sungai Raya memiliki 2 jenis
mesin pembangkit listrik yaitu mesin jenis SWD dan SULZER. Dibawah ini akan
dibahas mengenai informasi seputar kedua mesin tersebut :
Mesin SWD :
Mesin SWD merupakan mesin pembangkit listrik yang
berasal dari negara belanda dan berjumlah 4 unit dengan kapasitas pembangkitan
sebesar 11 MW (PF=0,8). Saat ini mesin SWD yang beroperasi hanya tersisa 2 unit
karena 2 unit mesin yang lain mengalami trouble yang sangat parah dan tidak
bisa dioperasikan kembali.
Gambar 4.1. Salah
satu mesin pembangkit listrik jenis SWD Di PLTD Sungai Raya
Mesin SULZER :
Mesin SULZER adalah mesin pembangkit listrik yang
berasal dari negara Perancis dan berjumlah 2 unit dengan kapasitas pembangkitan
sebesar 9MW (PF=0,8). 2 unit mesin SULZER saat ini beroperasi dengan cukup
baik.
Gambar
4.2. Mesin SULZER yang sedang menjalani proses pemeliharaan.
4.2 Pemeliharaan Rutin Mesin Pembangkit Listrik .
Untuk menjaga kestabilan, kualitas dan kontinuitas
pelayanananya, PT.PLN (Persero) menetapakan standar khusus dalam pemeliharaan
mesin pembangkitnya. Untuk itu telah diterapkan beberapa prosedur pemeliharaan
rutin terhadap mesin pembangkit yang dimiliki oleh PLN. Pemeliharaan rutin yang
terjadwal bergantung pada berapa lama mesin tersebut beroperasi yang kemudian
dikenal dengan istilah P0 hingga P5.
4.2.1
Pemeliharaan Harian (P0)
Merupakan item-item pemeliharaan yang harus
dilaksanakan setiap hari terhadap mesin-mesin pembangkit yang ada, seperti :
§ Membersihkan / mengelap mesin
§ Membuang air kondesat dan kotoran
dari tangki dengan membuka kran
§ Memeriksa dan
menambah air pendingin
§ Melumasi dan menggemuki secara manual
Gambar
4.3. Pengerjaan P0 yaitu membersihkan/mengelap generator.
4.2.2 Pemeliharaan Mingguan (P1)
Merupakan item-item pemeliharaan yang harus
dilaksanakan setiap tujuh hari terhadap mesin-mesin pembangkit yang ada,
seperti :
§ Pengerjaan PO
§ Membuka dan mengganti saringan udara
§ Membuka dan membersihkan separator
§ Membersihkan peralatan bantu dari debu, kotoran
,minyak dan lain-lain.
Gambar 4.4. Pengerjaan
item P1 yaitu membuka dan mengganti
saringan udara
4.2.3 Pemeliharaan Tengah Bulanan (P2)
Merupakan item-item pemeliharaan yang harus
dilaksanakan setiap setengah bulan terhadap mesin-mesin pembangkit yang ada,
seperti :
§ Pengerjaan P1
§ Mengganti / menambah pelumas pada peralatan
tertentu sesuai dengan petunjuk pabrik
§ Memeriksa volume air pendingin pada radiator
§ Memeriksa atau menambah bahan kimia pada air
pendingin
Gambar
4.5. Pengerjaan item P2 yaitu memeriksa volume air pendingin pada radiator.
4.2.4 Pemeliharaan Bulanan (P3)
Merupakan item-item pemeliharaan yang harus
dilaksanakan setiap satu bulan terhadap mesin-mesin yang ada, seperti :
§ Pengerjaan P2
§ Memeriksa terminal-terminal alat kontrol dan
pengaman
§ Memeriksa DC sistem
§ Memeriksa berfungsinya black start
§ Memeriksa viskositas minyak pelumas
Gambar
4.6. Kondisi baterai yang selalu dikontrol masuk kedalam salah satu
pengerjaan P3.
4.2.5 Pemeliharaan Triwulan (P4)
Merupakan item-item pemeliharaan yang harus
dilaksanakan setiap tiga bulan terhadap mesin-mesin yang ada, seperti :
§ Pengerjaan P3
§ Memeriksa fungsi sistem governor
§ Memeriksa kualitas air pendingin dan unit
pengolahan air
§ Membersihkan sistem pendingin
§ Memeriksa dan membersihkan injector
§ Menyetel klep
Gambar
4.7. Menyetel klep masuk kedalam item pengerjaan P4.
4.2.6 Pemeliharaan semesteran (P5)
Merupakan item-item pemeliharaan yang harus
dilaksanakan setiap enam bulan terhadap mesin-mesin yang ada, seperti :
§ Pengerjaan P4
§ Memeriksa sistem penyalaan (timing)
§ Memeriksa kekencangan baut
§ Memeriksa kelonggaran roda gigi dan bantalan
§ Mengganti saringan oli
§ Memeriksa kondisi motor-motor pendukung kinerja
mesin.
Gambar
4.8. Perbaikan motor water jacket
yang mengalami trouble akibat pecahnya bearing front as.
4.3
Permasalahan Yang Dijumpai Selama Kerja Praktek
Beberapa permasalahan yang penulis temukan di perusahaan saat melaksanakan
kerja praktek adalah :
§ Kerusakan mesin pembangkit menyebabkan Down
Time atau
rusak permanen sehingga kapasitas
produksi listrik berkurang.
§ Tidak tersedianya spare part yang akan diganti, contohnya bearing motor water jacket dan Injector.
§ Terjadi beberapa kali kerusakan mesin saat hari
libur kerja sehingga proses perbaikannya terhambat karena kurangnya tenaga
kerja.
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Setelah melaksanakan kerja praktek di PLTD Sungai Raya selama 1 bulan,
penulis telah menyimpulkan beberapa hal penting yang didapat selama
melaksanakan kerja praktek, yaitu :
§ Pemeliharaan rutin (P0-P5) terhadap mesin
pembangkit di PLTD Sungai Raya telah diterapkan secara baik dan berkelanjutan
sesuai dengan standar operasional prosedur pemeliharaaan yang diterapkan oleh
PT.PLN (Persero)
§ Dalam melaksanakan pemeliharaan, pegawai/teknisi
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan job
description yang berasal dari operator.
§ Terdapat divisi atau tim-tim khusus dalam pemeliharaan
,seperti : tim listrik,tim mesin dan tim lingkungan yang saling bekerja sama
dalam pemeliharaan mesin pembangkit.
§ Dengan adanya pemeliharaan yang dilakukan secara
rutin diharapkan mesin pembangkit selalu berada dalam keadaan optimal demi menjaga
kualitas pelayanannya terhadap konsumen.
5.2 Saran
Dalam kesempatan ini penulis
akan mencoba memberikan saran agar proses pemeliharaan terhadap mesin
pembangkit dapat berjalan secara optimal,yaitu :
1. Selalu mengutamakan prinsip K3 (Kesehatan dan Keselamatan
Kerja) yang
diterapkan Perusahaan dalam setiap pekerjaan.
2. Mengutamakan team
work dalam melakukan pekerjaan antar tim atau divisi.
3. Tidak menunda perbaikan terhadap peralatan mesin yang rusak sehingga bisa menyebabkan kerusakan
terhadap peralatan mesin yang lain.
DAFTAR
PUSTAKA
Kristanto dian. 2012.Buku Manual Pemeliharaan PLTD. PT. PLN (Persero) Sektor
Pembangkitan Kapuas Pontianak.
PT. PLN (Persero)
Sektor Pembangkitan Kapuas unit PLTD Sungai Raya, 2012. Arsip Divisi Pemeliharaan.
PT. PLN (Persero)
Sektor Pembangkitan Kapuas Unit PLTD Sungai Raya,2012.Sistem
Manajeman Integrasi.
thanks bro.. saya cuman mau bilang pemecahan masalahnya gak ada bro
BalasHapusok bro
BalasHapusblog ini hilang..silahkan kunjungi blog saya yang baru...banyak contoh-contoh laporan magang/skripsi..
BalasHapushttp://elektrountanptk.blogspot.co.id/