Sabtu, 11 Juli 2015

laporan magang "tata cara pemeliharaan rutin mesin pembangkit listrik di PLTD Sungai Raya

LAPORAN KERJA PRAKTEK

TATA CARA PEMELIHARAAN RUTIN MESIN PEMBANGKIT LISTRIK DI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL (PLTD) SUNGAI RAYA

Oleh:
KARNADI
NIM. D01110053


Pembimbing Kerja Praktek:
MANAGAM RAJAGUKGUK, ST, MT
NIP. 1972116 200003 1 001




PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2014
KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kekuatan serta melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan Kerja Praktek yang berjudul Tata Cara Pemeliharaan Rutin Mesin Pembangkit Listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sungai Raya”. Penulisan laporan ini merupakan bentuk akhir dari pelaksanaan Kerja Praktek yang telah dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan.
            Selama penyusunan laporan ini, penulis banyak sekali memperoleh bantuan, bimbingan, masukan serta petunjuk dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang tulus dan sebesar-besarnya kepada :
1.      Bapak Managam Rajagukguk, S.T, M.T selaku Ketua Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura dan sekaligus Dosen Pembimbing Kerja Praktek yang telah memberikan banyak bimbingan dan pengarahan selama Kerja Praktek sehingga laporan ini dapat terselesaikan.
2.      Bapak Harudin,S.T selaku Manager PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas Unit PLTD Sungai Raya.
3.      Bapak Muhamadam Fajar,S.T  selaku kepala bagian Divisi Pemeliharaan dan sekaligus Pembimbing Lapangan  di PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas Unit PLTD Sungai Raya.
4.      Kedua Orang Tua dan keluarga yang selalu memberikan dukungan dan motivasi selama kerja praktek di PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas Unit PLTD Sungai Raya.
5.      Karyawan dan staff yang telah membantu selama pelaksanaan kerja praktek di PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas unit PLTD Sungai Raya.
6.      Pasukan  api biru yang selalu membara dan terbang tinggi.
7.      Real Madrid, atas La Decima yang engkau berikan.
            Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna dan tentunya masih diperlukan perbaikan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan laporan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang ingin mengetahui Pemeliharaan Pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas unit PLTD Sungai Raya.

                                                                                    Pontianak,   Desember  2014

                                                                                                            Penulis,




Karnadi
D01110053





ABSTRAK

  Tenaga Listrik merupakan salah satu kebutuhan yang paling pokok dalam menunjang kehidupan manusia. PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas dibawah naungan PT PLN (persero) wilayah Kalimantan Barat sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang kelistrikan yang melayani masyarakat  area Pontianak, Kubu Raya, Singkawang dan sekitarnya. PT PLN (Persero) Sektor pembangkitan Kapuas terletak di jalan Adi Sucipto KM 7,3 Sei Raya Pontianak. PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas dalam melakukan proses produksi listrik tidak terlepas dari masalah, missalnya kerusakan pada mesin pembangkit, yang mengakibatkan mesin down time sehingga suplai listrik berkurang dan terjadinya pemadaman listrik.
      Pelakasanaan pemeliharaan mesin pembangkit menetapkan rencana kerja dalam Sistem Manajemen Integrasi Rencana Operasi Pemeliharaan Pembangkit. Adapun sistem atau manajemen pemeliharan mesin pembangkit dan peralatan penunjang yang ada di PLTD Sei Raya yaitu pemeliharaan berencana dan pemeliharaan yang tidak terduga.
PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas sedang mengembangkan metoda pemeliharaan Condition base maintenance / predictive maintenance dengan memanfaatkan berbagai peralatan test, peralatan monitoring yang telah dimiliki maupun yang perlu dilengkapi dan mengikuti berbagai metoda analisis yang dapat diterapkan. Hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan dan keandalan operasi unit pembangkit dengan biaya pemeliharaan yang optimal. Dengan memanfaatkan peralatan test, peralatan monitoring (mis vibration monitoring, main bearing protection monitor, thermal / pressure monitor dll) yang ada atau yang terpasang di satuan pembangkitan diesel (spd), diharapkan petugas PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas dapat melakukan diagnosa awal.

Kata kunci : PLTD, pemeliharaan rutin, pembangkit diesel




DAFTAR ISI

Halaman Judul.......................................................................................... i
Lembar Pengesahan.................................................................................. ii
Surat Keterangan Selesai KP................................................................... iii
Kata Pengantar......................................................................................... iv
Abstraksi.................................................................................................. vi
Daftar Isi................................................................................................. vii
Daftar Tabel............................................................................................. ix
Daftar Gambar.......................................................................................... x
BAB I PENDAHULUAN....................................................................... 1
...... 1.1 Latar Belakang Masalah.............................................................. 1
1.2 Perumusan Masalah..................................................................... 2
1.3 Pembatasan Masalah.................................................................... 3
1.4 Tujuan Kerja Praktek................................................................... 3
1.5 Metode Pengumpulan Data......................................................... 4
BAB II PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK.................................... 5
2.1 kondisi tempat kerja praktek....................................................... 5
2.2 ruang lingkup kerja praktek......................................................... 6
2.3 jadwal kerja praktek.................................................................... 6
BAB III UNSUR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT.................. 20
3.1 tempat kerja praktek .................................................................. 20
3.1.1 unsur pendukung..................................................................... 24
3.1.2 unsur penghambat.................................................................... 26
3.2 kemampuan mahasiswa.............................................................. 27
3.2.1 unsur pendukung.......................................................................
3.2.2 unsur penghambat......................................................................
BAB IV PEMBAHASAN HASIL KERJA PRAKTEK....................... 30
4.1 Gambaran Umum Kondisi Pembangkit Di PLTD Sungai Raya 30
4.2 Pemeliharaan Rutin Mesin Pembangkit Listrik.......................... 31
4.2.1 Pemeliharaan Harian (P0) ................................................. 31
4.2.2 Pemeliharaan Mingguan (P1) ........................................... 33
4.2.3 Pemeliharaan Setengah Bulanan (P2) .............................. 34
4.2.4 Pemeliharaan Bulanan (P3) .............................................. 35
4.2.5 Pemeliharaan Triwulan (P4) ...............................................
4.2.6 Pemeliharaan Semesteran (P5)............................................
4.3 Permasalahan yang ditemui Saat Kerja Praktek......................... 40
BAB V PENUTUP................................................................................. 42
5.1 Kesimpulan................................................................................. 42
5.2 Saran........................................................................................... 43
DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 44
LAMPIRAN



DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin P0......................................
Gambar 4.2 Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin P1......................................
Gambar 4.3 Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin P2 .....................................
Gambar 4.4 Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin P3......................................
Gambar 4.5 Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin P4......................................
Gambar 4.6 Pelaksanaan Pemeliharaan Rutin P5......................................


BAB I

PENDAHULUAN


1. 1 Latar Belakang Masalah
Saat ini, energi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok yang harus terpenuhi di dalam masyarakat. Untuk itu, Suplai energi listrik kemasyarakat harus dapat dijaga kualitas dan kontinuitasnya. Di Negara Indonesia sendiri, PT.PLN (Persero) yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN) ditunjuk sebagai penyedia dan pendistribusi tunggal energi listrik ke seluruh wilayah Indonesia. Sebagai penyedia listrik untuk kebutuhan nasional, PT.PLN memanfaatkan berbagai macam sumber-sumber energi untuk kemudian diubah menjadi sumber energi listrik seperti :
a)      Pemanfaatan energi kinetik air pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA),
b)      Pemanfaatan energi kinetik angin pada pembangkit listrik tenaga angin (PLTAngin),
c)      Pemanfaatan energi batu bara dan panas bumi pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), dsb.
Pada prinsipnya, karakteristik pembangkit energi listrik memiliki suatu persamaan yaitu bertujuan untuk mengubah suatu bentuk energi menjadi bentuk energi listrik. Pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) merupakan salah satu jenis pembangkit listrik konvensional yang telah sejak lama dikenal oleh bangsa Indonesia. PLTD membangkitkan listrik dengan cara mengubah energi kimia pada bahan bakar menjadi energi kinetik yang berasal dari proses pembakaran di ruang bakar.
            Seperti pembangkit listrik lainnya, PLTD juga memiliki keunggulan dan kekurangan yang akan menjadi dasar bagi PT.PLN untuk membangun pembangkit listrik di suatu daerah. Bebarapa keunggulan dasar  dari PLTD adalah :

a)      Biaya investasi awal yang lebih ekonomis daripada jenis pembangkit yang lain,
b)      Tidak membutuhkan lahan yang luas serta dapat ditempatkan di dekat pusat beban,dan
c)      Cara pengoperasiannya yang mudah dan hanya memerlukan sedikit operator.
Sedangkan beberapa kekurangan dasar yang ada pada PLTD adalah :
a)      Menggunakan bahan bakar berupa gasoline (solar) yang merupakan energi tak terbarukan yang cadangannya mulai menipis,
b)      Biaya pengoperasian dan pemeliharaan yang cukup tinggi,dan
c)      Kapasitas pembangkitannya yang relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan PLTU dan PLTA.
Pada kesempatan ini, penulis mengambil tema kerja praktek tentang hal yang berkaitan tentang “Tata Cara Pemeliharaan Rutin Mesin Pembangkit Listrik Di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sungai Raya”. Hal ini berkaitan dengan bagaimana PT.PLN melakukan pemeliharaan terhadap mesin pembangkit listrik miliknya agar dapat bekerja secara optimal dan menghasilkan output yang sesuai dengan yang diharapkan.

1. 2  Perumusan  Masalah
            Dalam pengoperasiannya, diharapkan bahwa mesin pembangkit listrik di PLTD Sungai Raya dapat menjaga kualitas dan kontinuitas pelayanan listriknya ke konsumen. Maka, pelaksanaan pemeliharaan yang sesuai dengan SOP sangat dibutuhkan. Untuk itu rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
a)      Apa saja item-item yang masuk pada  pemeliharaan rutin mesin pembangkit listrik di PLTD Sei. Raya ?
b)      Bagaimana penerapan SOP pemeliharaan tersebut di lapangan ?
c)      Apa output yang diharapkan dari dilaksanakannya pemeliharaan rutin tersebut ?
1. 3  Pembatasan Masalah
Batasan masalah dalam penyusunan dan pembahasan laporan kerja praktek ini adalah:
a)      Objek yang dibahas adalah mesin pembangkit  listrik yang terdapat di PLTD Sungai Raya.
b)      Mesin pembangkit  listrik tesebut adalah milik PT.PLN (Persero)
c)      Data yang digunakan berasal dari buku panduan standar operasional prosedur (SOP) pemeliharaan mesin pembangkit  listrik milik PT.PLN (Persero)

1. 4  Tujuan Kerja Praktek
            Kerja praktek adalah suatu rangkaian sarana untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa mengenai tata cara pelaksanaan suatu kerja di lapangan  secara implementatif, dengan dilaksanakannya kerja praktek ini paling tidak terdapat beberapa hal yang menjadi masukan diantaranya adalah :
1.     Mahasiswa dapat memperdalam pemahaman teoritis yang telah diperoleh selama perkuliahan dengan korelasinya dalam pelaksanaan kerja praktek
2.     Mahasiswa mendapatkan pengalaman teknis di lapangan sehingga diharapkan mahasiswa dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang terarah dan tepat ketika terjun ke masyarakat dalam menghadapi permasalahan yang sebenarnya.
3.     Mahasiswa dapat mengembangkan kreatifitas dan daya pikir di lapangan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang didapat diperkuliahan.
4.     Mahasiswa dapat melihat dan membandingkan antara teori yang diperoleh pada kegiatan perkuliahan dengan kebutuhan praktis di lapangan.
5.     Terpenuhinya persyaratan akademis dalam menyelesaikan program studi di Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura.
1. 5  Metode Pengumpulan Data
Sumber data yang di peroleh untuk menyusun laporan kerja praktek ini antara lain :
1.      Hasil pengamatan yang  dilakukan selama melaksanakan kerja praktek.
2.      Informasi atau keterangan dan penjelasan dari pembimbing lapangan atau staf ahli di lapangan secara langsung.
3.      Buku-buku referensi yang terdapat di PLTD Sungai Raya.
Dengan beberapa data di atas kemudian dianalisis dan dituangkan dalam sebuah bentuk laporan sehingga diharapkan isi laporan ini tidak menyimpang dari yang diinginkan dan dapat terselesaikan pada waktu yang di tentukan.
1. 6  Sistematika Penulisan Laporan Kerja Praktek
Penulisan Laporan Kerja Praktek terdiri atas 5 (lima) bab dengan perincian sebagai berikut :
Bab I      :  PENDAHULUAN
Bab ini akan membahas latar belakang pelaksanaan Laporan Kerja Praktek, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan Kerja Praktek, metode pengumpulan data dan sistematika penulisan laporan kerja praktek.
Bab II    :  PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK
Bab ini membahas tentang kondisi tempat Kerja Praktek, ruang lingkup Kerja Praktek, dan jadwal pelaksanaan Kerja Praktek.
Bab III   :  UNSUR PENDUKUNG DAN UNSUR PENGHAMBAT
Bab ini berisi informasi mengenai kondisi tempat kerja praktek, yaitu adanya unsur pendukung dan unsur penghambat.
Bab IV   :  PEMBAHASAN
Pada bab ini berisi pembahasan tentang “Tata Cara Pemeliharaan Rutin Mesin Pembangkit  Listrik Di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sungai Raya”.
Bab V    :  PENUTUP
   Pada bab ini berisi Kesimpulan dan Saran dalam kerja praktek.

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN



BAB II
PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

2. 1 Kondisi Tempat Kerja Praktek
PLTD Sungai Raya sebagai tempat pelaksanaan  kerja praktek  sangat mendukung berlangsungnya kegiatan dan aktivitas kerja praktek mahasiswa. Di tempat ini tersedia staff pembimbing lapangan dan tenaga ahli serta peralatan yang memadai yang sangat membantu mahasiswa dalam melaksanakan program kerja praktek di tempat tersebut.

2. 2 Ruang Lingkup Kerja Praktek
Kerja praktek sebagai wahana pengenalan mahasiswa pada permasalahan pekerjaan di lapangan yang sebenarnya, di dalamnya mengandung beberapa ruang lingkup yang bisa dipilih sesuai dengan pilihan sendiri dari pilihan yang ada.
Sebagaimana yang disarankan oleh pihak Program Studi Teknik Elektro, ruang lingkup kerja praktek adalah :
1.      Aktivitas dalam bidang organisasi atau manajemen, yakni mempelajari dan mengenal komponen peralatan yang berkaitan dengan konsentrasi mahasiswa tersebut melalui kerja praktek di lapangan.
2.      Aktivitas dalam bidang teknis pelaksanaan di lapangan, yakni melihat secara langsung serta mempraktekkan peralatan yang sudah disediakan dan mencoba menganalisis sendiri pekerjaan pelaksanaan di lapangan.


2. 3 Jadwal Kerja Praktek
Kegiatan Kerja Praktek dilaksanakan selama dua bulan. Terhitung dari tanggal 9 September – 9 November 2014. Pelaksanaan kegiatan Kerja Praktek dilaksanakan di PLTD Sungai Raya.Jadwal kegiatan Kerja Praktek yang dilaksanakan ini disesuaikan mengikuti jam kerja pegawai atau staff dari PLTD Sungai Raya. Adapun jadwal pelaksanaan kerja praktek dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1. Jadwal kerja praktek
No
Item Kegiatan
September
Oktober
November
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
1
Permohonan pengajuan kerja praktek ke prodi teknik elektro












2
Permohonan kerja praktek ke perusahaan












3
Pelaksanaan kerja praktek












4
Konsultasi kerja praktek pada dosen pembimbing kerja praktek












5
Membuat laporan hasil kerja praktek


















BAB III
UNSUR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT

3.1 Tempat Kerja Praktek
3.1.1 Unsur Pendukung
            Unsur-unsur pendukung selama kegiatan Kerja Praktek di PT.PLN (Persero) unit PLTD Sungai Raya antara lain :
1.      Adanya komunikasi yang baik antara peserta Kerja Praktek dengan pembimbing lapangan maupun stafnya, sehingga memudahkan dalam pelaksanaan Kerja Praktek.
2.      Tersedianya sarana dan prasarana peralatan sehingga mempermudah mahasiswa untuk mempelajari, mengamati dan mengaplikasikan teori-teori yang diperoleh di bangku kuliah.
3.      Adanya pengarahan oleh pembimbing lapangan sebelum melakukan Kerja Praktek sehingga peserta Kerja Praktek dapat melakukan pengamatan dan pekerjaan secara terarah.
4.      Adanya literatur serta buku-buku referensi yang sangat bermanfaat selama pelaksanaan Kerja Praktek.
3.1.2 Unsur Penghambat
            Unsur-unsur penghambat selama kegiatan Kerja Praktek di PT.PLN (Persero) PLTD Sungai Raya antara lain:
1.      Waktu yang diberikan oleh fakultas untuk melaksanakan Kerja Praktek dirasakan terlalu singkat sehingga penulis kurang mengenal dan memahami perangkat alat dan kegunaan alat secara  jelas dan detail.
2.      Waktu perkuliahan penulis dan Kerja Praktek bersamaan jadi membuat si penulis selalu membagi waktu untuk Kerja Praktek atau kuliah.
3. 2  Kemampuan Mahasiswa
3. 2. 1 Unsur Pendukung
            Unsur-unsur yang mendukung kemampuan mahasiswa antara lain :
1.      Dengan diberikannya pengarahan oleh pembimbing lapangan maka peserta kerja raktek dapat menyesuaikan diri di lingkungan tempat peserta melaksanakan kerja praktek.
2.      Pihak PLTD Sungai Raya tidak membatasi dalam memberikan ilmunya, sehingga peserta dapat secara mudah menerima ilmu baru yang tidak didapat di bangku kuliah.
3.      Keinginan dari diri peserta sendiri untuk melihat secara langsung di dunia kerja teori-teori yang sudah didapat diperkuliahan.
3. 2. 2 Unsur Penghambat
            Unsur-unsur yang menghambat kemampuan mahasiswa antara lain :
1.      Masih ada jam kuliah, sehingga mengganggu jam Kerja Paraktek.
2.      Masih ada beberapa hal khususnya spesifikasi peralatan yang tidak dijelaskan secara detail diperkuliahan.
3.      Istilah-istilah baru yang dijumpai selama kerja praktek.

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Kondisi Pembangkit di PLTD Sungai Raya
PLTD sungai raya merupakan unit pembangkitan listrik yang secara administrasi berada di bawah naungan PT.PLN Wilayah Kalbar Sektor Pembangkitan Kapuas. PLTD Sungai Raya didirikan pada tahun 1987 sesuai dengan SK Direksi PLN pusat  No. 143/DIR/1987.
PLTD Sungai Raya memiliki 2 jenis mesin pembangkit listrik yaitu mesin jenis SWD dan SULZER. Dibawah ini akan dibahas mengenai informasi seputar kedua mesin tersebut :
Mesin SWD :
Mesin SWD merupakan mesin pembangkit listrik yang berasal dari negara belanda dan berjumlah 4 unit dengan kapasitas pembangkitan sebesar 11 MW (PF=0,8). Saat ini mesin SWD yang beroperasi hanya tersisa 2 unit karena 2 unit mesin yang lain mengalami trouble yang sangat parah dan tidak bisa dioperasikan kembali.
 
Gambar 4.1. Salah satu mesin pembangkit listrik jenis SWD Di PLTD Sungai Raya



Mesin SULZER :
Mesin SULZER adalah mesin pembangkit listrik yang berasal dari negara Perancis dan berjumlah 2 unit dengan kapasitas pembangkitan sebesar 9MW (PF=0,8). 2 unit mesin SULZER saat ini beroperasi dengan cukup baik.
   
Gambar 4.2. Mesin SULZER yang sedang menjalani proses pemeliharaan.
4.2  Pemeliharaan Rutin Mesin Pembangkit Listrik .
Untuk menjaga kestabilan, kualitas dan kontinuitas pelayanananya, PT.PLN (Persero) menetapakan standar khusus dalam pemeliharaan mesin pembangkitnya. Untuk itu telah diterapkan beberapa prosedur pemeliharaan rutin terhadap mesin pembangkit yang dimiliki oleh PLN. Pemeliharaan rutin yang terjadwal bergantung pada berapa lama mesin tersebut beroperasi yang kemudian dikenal dengan istilah P0 hingga P5.

4.2.1  Pemeliharaan Harian (P0)
Merupakan item-item pemeliharaan yang harus dilaksanakan setiap hari terhadap mesin-mesin pembangkit yang ada, seperti :
§  Membersihkan / mengelap mesin
§  Membuang air kondesat dan kotoran dari tangki dengan membuka kran
§  Memeriksa dan  menambah air pendingin
§  Melumasi dan menggemuki secara manual

 
Gambar 4.3. Pengerjaan P0 yaitu membersihkan/mengelap generator.

4.2.2 Pemeliharaan Mingguan (P1)
Merupakan item-item pemeliharaan yang harus dilaksanakan setiap tujuh hari terhadap mesin-mesin pembangkit yang ada, seperti :
§  Pengerjaan PO
§  Membuka dan mengganti saringan udara
§  Membuka dan membersihkan separator
§  Membersihkan peralatan bantu dari debu, kotoran ,minyak dan lain-lain.
 
  Gambar 4.4. Pengerjaan item P1 yaitu  membuka dan mengganti saringan udara


4.2.3 Pemeliharaan Tengah Bulanan (P2)
Merupakan item-item pemeliharaan yang harus dilaksanakan setiap setengah bulan terhadap mesin-mesin pembangkit yang ada, seperti :
§  Pengerjaan P1
§  Mengganti / menambah pelumas pada peralatan tertentu sesuai dengan petunjuk pabrik
§  Memeriksa volume air pendingin pada radiator
§  Memeriksa atau menambah bahan kimia pada air pendingin

 
Gambar 4.5. Pengerjaan item P2 yaitu memeriksa volume air pendingin pada radiator.

4.2.4 Pemeliharaan Bulanan (P3)
Merupakan item-item pemeliharaan yang harus dilaksanakan setiap satu bulan terhadap mesin-mesin yang ada, seperti :
§  Pengerjaan P2
§  Memeriksa terminal-terminal alat kontrol dan pengaman
§  Memeriksa DC sistem
§  Memeriksa berfungsinya black start
§  Memeriksa viskositas minyak pelumas

 
Gambar 4.6. Kondisi baterai yang selalu dikontrol masuk kedalam salah satu pengerjaan P3.

4.2.5 Pemeliharaan Triwulan (P4)
Merupakan item-item pemeliharaan yang harus dilaksanakan setiap tiga bulan terhadap mesin-mesin yang ada, seperti :
§  Pengerjaan P3
§  Memeriksa fungsi sistem governor
§  Memeriksa kualitas air pendingin dan unit pengolahan air
§  Membersihkan sistem pendingin
§  Memeriksa dan membersihkan injector
§  Menyetel klep
      
Gambar 4.7. Menyetel klep masuk kedalam item pengerjaan P4.

4.2.6 Pemeliharaan semesteran (P5)
Merupakan item-item pemeliharaan yang harus dilaksanakan setiap enam bulan terhadap mesin-mesin yang ada, seperti :
§  Pengerjaan P4
§  Memeriksa sistem penyalaan (timing)
§  Memeriksa kekencangan baut
§  Memeriksa kelonggaran roda gigi dan bantalan
§  Mengganti saringan oli
§  Memeriksa kondisi motor-motor pendukung kinerja mesin.

 
Gambar 4.8. Perbaikan motor water jacket  yang mengalami trouble akibat pecahnya bearing front as.
4.3 Permasalahan Yang Dijumpai Selama Kerja Praktek
Beberapa permasalahan yang penulis temukan di perusahaan saat melaksanakan kerja praktek adalah :
§  Kerusakan mesin pembangkit menyebabkan Down Time atau rusak permanen sehingga kapasitas produksi listrik berkurang.
§  Tidak tersedianya spare part yang akan diganti, contohnya bearing motor water jacket dan Injector.
§  Terjadi beberapa kali kerusakan mesin saat hari libur kerja sehingga proses perbaikannya terhambat karena kurangnya tenaga kerja.




BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Setelah melaksanakan kerja praktek di PLTD Sungai Raya selama 1 bulan, penulis telah menyimpulkan beberapa hal penting yang didapat selama melaksanakan kerja praktek, yaitu :
§  Pemeliharaan rutin (P0-P5) terhadap mesin pembangkit di PLTD Sungai Raya telah diterapkan secara baik dan berkelanjutan sesuai dengan standar operasional prosedur pemeliharaaan yang diterapkan oleh PT.PLN (Persero)
§  Dalam melaksanakan pemeliharaan, pegawai/teknisi melaksanakan pekerjaan sesuai dengan job description yang berasal dari operator.
§  Terdapat divisi atau tim-tim khusus dalam pemeliharaan ,seperti : tim listrik,tim mesin dan tim lingkungan yang saling bekerja sama dalam pemeliharaan mesin pembangkit.
§  Dengan adanya pemeliharaan yang dilakukan secara rutin diharapkan mesin pembangkit selalu berada dalam keadaan optimal demi menjaga kualitas pelayanannya terhadap konsumen.
5.2 Saran
Dalam kesempatan ini penulis akan mencoba memberikan saran agar proses pemeliharaan terhadap mesin pembangkit dapat berjalan secara optimal,yaitu :
1.      Selalu mengutamakan prinsip K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)  yang diterapkan Perusahaan dalam setiap pekerjaan.
2.      Mengutamakan team work dalam melakukan pekerjaan antar tim atau divisi.
3.      Tidak menunda perbaikan terhadap peralatan mesin yang rusak sehingga bisa menyebabkan kerusakan terhadap peralatan mesin yang lain.























DAFTAR PUSTAKA

Kristanto dian. 2012.Buku Manual Pemeliharaan PLTD. PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas Pontianak.
PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas unit PLTD Sungai Raya, 2012. Arsip Divisi Pemeliharaan.
PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Kapuas Unit PLTD Sungai Raya,2012.Sistem Manajeman Integrasi.